Beritakota.id, Jakarta – Keluarga Alumni Universitas Pancasila (KAUP) Komisariat Fakultas Hukum Universitas Pancasila (FHUP) resmi melantik jajaran pengurus baru untuk periode 2026–2030. Pelantikan berlangsung di lingkungan kampus di Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2026).
Ketua Umum KAUP FHUP periode 2026–2030, Sayuti Abubakar, menegaskan bahwa kekuatan organisasi alumni terletak pada konektivitas antaranggotanya.
“Paguyuban tidak harus ideal secara konsep, yang terpenting adalah bagaimana membangun koneksi antaralumni agar dapat saling bersilaturahmi dan memberi manfaat,” ujar Sayuti.
Menurutnya, KAUP memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum. Hal ini akan diwujudkan melalui program pelatihan, pendidikan, dan edukasi profesi yang berkelanjutan.
Ia menambahkan, alumni Fakultas Hukum yang telah berkiprah sebagai jaksa, hakim, hingga praktisi hukum lainnya memiliki tanggung jawab moral untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada generasi berikutnya.
“Kami ingin menghadirkan program edukasi yang mampu memperkuat integritas dan keteguhan para praktisi hukum dalam menjalankan profesinya,” jelasnya.
Selain itu, Sayuti juga menekankan pentingnya perhatian terhadap lulusan baru. KAUP FHUP akan memprioritaskan program pelatihan profesi bagi fresh graduate sebagai langkah awal pembinaan karier.
Baca juga: Perkuat Sinergi Alumni dan Almamater, KAUP Gelar Musyawarah Alumni di Universitas Pancasila
“Program tercepat yang bisa dilakukan adalah menyasar lulusan baru, dimulai dari pembentukan karakter, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan berbasis kebutuhan profesi hukum,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Lisda Syamsumardian, menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus dan alumni dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.
“Pendidikan hukum tidak cukup hanya teori, tetapi juga harus didukung praktik. Di sinilah peran alumni menjadi sangat penting,” ujarnya.
Menurut Lisda, keterlibatan alumni dapat diwujudkan melalui penyediaan akses magang di berbagai institusi, seperti pengadilan, kejaksaan, maupun kantor hukum.
“Mahasiswa membutuhkan pengalaman langsung agar siap menghadapi dunia profesional. Kolaborasi ini akan memberikan nilai tambah yang signifikan,” katanya.
Pelantikan ini menjadi momentum transformasi KAUP FHUP dari sekadar paguyuban menjadi jaringan profesional yang adaptif dan berdaya saing. Di tengah dinamika dunia hukum, penguatan koneksi alumni, peningkatan kompetensi, serta pembentukan karakter menjadi kunci utama menjaga relevansi organisasi.
Dengan kepemimpinan baru dan arah program yang lebih terukur, KAUP FHUP menargetkan kontribusi nyata bagi alumni dan mahasiswa, dengan fokus pada implementasi program yang berdampak langsung. (***)

