Beritakota.id, Brebes – Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Forum Mitra Ketahanan Gizi (Formagi) Brebes mulai menunjukkan hasil setelah sebulan beroperasi. Fasilitas yang mengolah limbah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Losari itu mampu menghasilkan sekitar 500 kilogram maggot dengan masa panen setiap 14 hari.
Pengelola TPST Formagi, Subhan, mewakili Ketua Formagi Brebes H. Muhaemin, mengatakan produksi maggot tersebut berasal dari 78 biopon yang saat ini beroperasi.
TPST Formagi juga telah mengembangkan pembibitan menggunakan tiga biopon khusus untuk menghasilkan telur maggot sehingga kebutuhan bibit dapat dipenuhi secara mandiri.
“Alhamdulillah, dalam sebulan setelah diresmikan kami sudah menghasilkan sekitar 500 kilogram maggot. Saat ini ada 78 biopon dan tiga biopon khusus untuk pembibitan telur maggot,” kata Subhan, saat ditemui di lokasi TPST, Rabu, (22/7).
Setiap hari TPST menerima sekitar tiga ton limbah dari 11 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sekitar 70 hingga 80 persen dari limbah tersebut merupakan sampah organik yang dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot dan bahan baku pembuatan kompos.
Untuk mengelola sampah tersebut, Formagi mempekerjakan tujuh orang. Sebanyak empat pekerja bertugas memilah sampah, sedangkan tiga lainnya mengangkut limbah dari dapur SPPG menuju lokasi TPST.
Menurut Subhan, hasil panen maggot saat ini belum dimanfaatkan untuk kebutuhan internal karena unit peternakan dan perikanan milik Formagi masih dalam tahap pembangunan. Seluruh hasil produksi sementara dipasarkan kepada peternak lele dan peternak itik di daerah sekitar.
Ke depan, kata dia Formagi akan mengintegrasikan budidaya maggot dengan sektor peternakan dan perikanan yang tengah disiapkan. Maggot akan menjadi bahan pakan bagi ternak dan ikan yang dikelola organisasi tersebut sehingga tercipta sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
“Nantinya hasil budidaya maggot akan digunakan untuk peternakan dan perikanan. Artinya, apa yang dihasilkan dari program Makan Bergizi Gratis akan kembali lagi mendukung program MBG melalui sistem yang terintegrasi,” ujar Subhan.
Melalui skema tersebut, kata dia limbah organik dari dapur MBG tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan diolah menjadi maggot dan kompos yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pengembangan peternakan dan perikanan di bawah naungan Formagi Brebes.

