Beritakota.id, Bekasi — Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026), melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dengan kereta rel listrik (KRL). Insiden ini langsung menjadi perhatian publik karena terjadi di salah satu jalur tersibuk di wilayah Jabodetabek.
Berdasarkan informasi awal, tabrakan terjadi di area emplasemen stasiun saat KRL dalam kondisi berhenti. Hingga kini, kronologi lengkap kecelakaan kereta di Bekasi tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut. “Untuk kronologi, kita masih melakukan penyidikan dan pendalaman,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebanyak 29 korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, antara lain RS Primaya, RSUD Bekasi Kota, dan RS Bantargebang. Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta petugas SAR.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Data awal menyebutkan sebanyak 6 hingga 7 orang meninggal dunia, sementara sekitar 80 lebih penumpang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan di Bekasi.
Kronologi Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL
Peristiwa ini diduga berawal dari insiden sebelumnya di perlintasan kereta Jalan Ampera, Bekasi, di mana sebuah KRL relasi Cikarang–Angke menabrak kendaraan taksi. Kejadian tersebut menyebabkan gangguan perjalanan kereta di jalur yang sama.
Baca juga: Tabrakan KRL dan Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur
Akibat gangguan itu, KRL tujuan Kampung Bandan–Cikarang dengan nomor perjalanan TM 5568A terpaksa berhenti di Stasiun Bekasi Timur untuk menunggu jalur kembali normal. Namun nahas, saat dalam posisi berhenti, KRL tersebut ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama.
Benturan keras tidak terhindarkan dan menyebabkan bagian belakang KRL mengalami kerusakan parah. Dampaknya, jalur kereta lintas Bekasi–Cibitung sempat lumpuh total.
Penanganan Korban dan Dampak Operasional
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena banyak korban yang membutuhkan penanganan hati-hati. Para korban dibawa ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Siloam Bekasi Timur, hingga RS Hermina.
PT KAI juga memastikan sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat dalam kejadian tersebut. Selain itu, posko informasi telah didirikan di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban memperoleh informasi.
Untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur tidak melayani naik dan turun penumpang. Perjalanan KRL pun dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan duka cita atas kejadian ini.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ujarnya.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih belum dapat dipastikan. Dugaan sementara mencakup gangguan sinyal, kesalahan teknis, hingga faktor operasional akibat insiden sebelumnya di jalur yang sama.
Pihak berwenang diharapkan segera mengumumkan hasil investigasi resmi, termasuk kronologi lengkap, jumlah korban final, serta langkah perbaikan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (***)

