Beritakota.id, Jakarta – Menjaga kesehatan anak menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, terutama karena sistem kekebalan tubuh anak masih dalam tahap berkembang. Menurut dr. Tiara Nien Paramita, anak usia balita umumnya bisa mengalami infeksi ringan hingga 8–12 kali dalam setahun. Meski tergolong normal, kondisi ini tetap perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi penyakit serius. Berikut ini adalah tips anak tidak mudah sakit.
Dokter dari RSAB Harapan Kita tersebut menekankan bahwa penyakit seperti pneumonia, diare, hingga sepsis masih menjadi ancaman kesehatan anak. Karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah utama yang harus dilakukan orang tua sejak dini.
Ada empat pilar penting yang dapat diterapkan agar anak tidak mudah sakit, yaitu imunisasi, gizi seimbang, stimulasi perkembangan, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Tips Anak Tidak Mudah Sakit
1. Imunisasi Lengkap untuk Perlindungan Optimal
Imunisasi merupakan cara paling efektif untuk melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi berbahaya. Dengan imunisasi, tubuh anak membentuk kekebalan sehingga risiko sakit dapat ditekan, bahkan dicegah sepenuhnya.
Beberapa penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi antara lain polio, tuberkulosis (TBC), difteri, pertusis, tetanus, campak, pneumonia, hingga diare akibat rotavirus. Selain melindungi individu, imunisasi juga menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) yang membantu mencegah penyebaran penyakit di masyarakat.
2. Gizi Seimbang Perkuat Daya Tahan Tubuh
Pemenuhan nutrisi menjadi fondasi utama kesehatan anak. Proses ini dimulai dari pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, dilanjutkan dengan MPASI, hingga anak mengonsumsi makanan keluarga.
Baca juga: 9 Tips Bersosialisasi yang Efektif untuk Membangun Hubungan Positif dan Percaya Diri
Asupan gizi yang seimbang berperan penting dalam memperkuat sistem imun, sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal.
3. Stimulasi Perkembangan yang Tepat
Stimulasi tidak hanya berpengaruh pada kecerdasan, tetapi juga kesehatan anak secara keseluruhan. Aktivitas yang merangsang kemampuan motorik, bahasa, sosial, dan emosional membantu anak tumbuh sesuai tahapan usianya.
Orang tua dapat melakukan stimulasi melalui aktivitas sederhana seperti bermain, membaca, dan berinteraksi secara aktif setiap hari.
4. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Kebiasaan hidup bersih menjadi kunci penting dalam mencegah penyakit. Mengajarkan anak mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi buah dan sayur, rutin beraktivitas fisik, serta menjaga kebersihan lingkungan dapat menurunkan risiko infeksi secara signifikan.
Selain itu, penting untuk memastikan lingkungan rumah bebas asap rokok serta memiliki akses air bersih dan sanitasi yang layak.
Dengan menerapkan empat pilar utama tersebut—imunisasi lengkap, gizi seimbang, stimulasi yang tepat, dan PHBS—orang tua dapat membantu anak tumbuh lebih sehat dan tidak mudah sakit. Kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini juga akan menjadi fondasi kesehatan jangka panjang hingga anak dewasa. (***)

