Beritakota.id, Jakarta – PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia bersama LAZISMU, PPKUKM DKI Jakarta, Politeknik Tempo, serta mitra ritel modern seperti AEON Indonesia, Lotte Mart Indonesia, dan The Food Hall Indonesia menyelenggarakan program UMKM Level-Up: From Local Heroes to Retail-Ready Brands, Selasa (13/1), di Gedung Politeknik Tempo, Jakarta.

Program ini merupakan pembinaan terpadu bagi pelaku UMKM binaan JakPreneur di wilayah Jakarta Barat agar lebih siap menembus ekosistem ritel modern secara berkelanjutan, baik dari sisi kualitas produk, kesiapan bisnis, maupun tata kelola keuangan.

UMKM Level-Up menjadi bagian dari Sustainability Journey Tokio Marine Life yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan pemberdayaan ekonomi. Melalui kolaborasi lintas sektor, inisiatif ini dirancang untuk memperkuat fondasi usaha UMKM, meningkatkan daya saing produk, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

Pada pilar pendidikan, Tokio Marine Life bersama LAZISMU sebelumnya telah menyalurkan tahap pertama Beasiswa Sang Surya kepada mahasiswa Politeknik Tempo pada 2025. Program tersebut direncanakan berlanjut pada 2026 melalui penyaluran tahap kedua sebagai wujud komitmen jangka panjang dalam mendukung akses pendidikan dan pengembangan talenta muda. Kolaborasi ini menjadi jembatan strategis antara dunia pendidikan, kebutuhan masyarakat, dan dunia usaha.

Sementara itu, pilar pemberdayaan ekonomi diwujudkan melalui rangkaian talkshow, Financial Level-Up Masterclass, workshop persiapan kurasi, serta sesi kurasi langsung oleh mitra ritel modern. Melalui kegiatan ini, UMKM tidak hanya memperoleh pengetahuan praktis, tetapi juga kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pihak ritel sebagai pintu masuk menuju pasar modern.

Fokus pada UMKM binaan JakPreneur di Jakarta Barat sejalan dengan kolaborasi berkelanjutan antara Politeknik Tempo, PPKUKM DKI Jakarta, dan JakPreneur. Selama ini, Politeknik Tempo secara konsisten mendampingi UMKM melalui pelatihan dan workshop, sehingga wilayah Jakarta Barat dinilai memiliki ekosistem pembinaan yang siap diperkuat lebih lanjut.

Sebanyak 53 UMKM yang mengikuti sesi kurasi merupakan anggota Jakarta Entrepreneur binaan Suku Dinas PPKUKM Jakarta Barat. Para peserta dipilih melalui proses seleksi ketat dari 80 usulan UMKM di delapan kecamatan dan dinilai telah menunjukkan konsistensi dalam mengikuti pembinaan berkelanjutan.

SVP Marketing & Corporate Planning Tokio Marine Life Insurance Indonesia, Alexander Mahendrawan, menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan sebuah perjalanan jangka panjang.

Baca juga: Malahayati Fest 2026 Jadi Gerbang UMKM Masuk Ekosistem Digital Terpadu

“Melalui Sustainability Journey, kami membangun keterhubungan antara pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Setelah penyaluran beasiswa Politeknik Tempo, UMKM Level-Up menjadi langkah lanjutan untuk membantu pelaku usaha agar lebih siap, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dukungan pemerintah daerah turut disampaikan Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah dan Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo, yang menyambut positif kolaborasi lintas sektor sebagai upaya konkret mendorong UMKM naik kelas.

Sesi talkshow menghadirkan Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Barat Iqbal Idham Ramid, perwakilan ritel modern, serta pelaku UMKM. Diskusi membahas kesiapan UMKM memasuki ritel modern, standar produk, hingga tantangan dalam proses scale-up bisnis.

Dari sisi ritel, Manager Merchandising AEON Indonesia Auliyarrrohman Nuril Afwan menekankan pentingnya konsistensi kualitas dan kesiapan produksi. Sementara Mety Sumiati, Product Development Private Brand Lotte Mart Indonesia, menyoroti pemahaman standar ritel sebagai kunci keberlanjutan kemitraan.

Pengalaman pelaku usaha dibagikan oleh Jonathan Pranadjaja, Founder GNB Drinks, yang menceritakan perjalanan bisnisnya hingga mampu berkembang dan menembus pasar yang lebih luas.

Pada sesi Financial Level-Up Masterclass, dosen Politeknik Tempo Rahmi Utami bersama Novi Andrianto, Head of Agency Training & Manpower Development Division Tokio Marine Life, membahas pengelolaan keuangan dasar UMKM, arus kas, serta pemahaman risiko usaha.

“Banyak UMKM belum menyadari risiko seperti pemilik usaha sakit atau produksi terhenti dapat berdampak besar pada kelangsungan bisnis. Melalui sesi ini, kami ingin membantu UMKM lebih siap dan tangguh menghadapi risiko,” ujar Novi.

Workshop Persiapan Kurasi yang difasilitasi dosen Politeknik Tempo bersama mahasiswa memberikan pendampingan langsung dalam mempersiapkan presentasi dan kesiapan produk sebelum dinilai oleh pihak ritel.

Melalui program UMKM Level-Up, Tokio Marine Life dan para mitra berharap UMKM Indonesia semakin siap bersaing, naik kelas, dan berdaya saing tinggi, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *