Beritakota.id, Jakarta – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar mendorong pemanfaatan platform digital untuk membawa karya fotografi anak Indonesia ke pasar global. Hal ini disampaikan saat menyambut rencana lomba dan pameran fotografi anak dan remaja bertajuk AWAN CERAH 2026 yang akan digelar di Jakarta.
Dalam audiensi bersama komunitas AWAN di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Senin (20/4/2026), Irene Umar menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam mengenalkan ekonomi kreatif sejak dini kepada generasi muda.
Menurutnya, lomba fotografi tidak hanya berhenti pada proses berkarya dan berekspresi, tetapi perlu diarahkan agar memiliki nilai ekonomi melalui distribusi karya di platform digital.
“Mereka bukan hanya belajar foto dan mengekspresikan diri. Karya-karya tersebut bisa dieksplorasi lebih jauh dengan memasukkannya ke platform seperti Canva dan Shutterstock, sehingga bisa menjadi sumber penghasilan atau passive income di masa depan,” ujar Irene Umar.
Ia menambahkan, keterlibatan orang tua dalam mengelola akun dan distribusi karya anak juga penting untuk mendukung proses komersialisasi tersebut.
Pemanfaatan platform digital ini dinilai mampu memperluas jangkauan karya fotografi anak Indonesia hingga ke mancanegara. Selain itu, Irene juga menyarankan agar karya peserta dapat dikembangkan dalam bentuk buku foto (photobook) berbasis pre-order agar memiliki nilai tambah sekaligus menyampaikan cerita di balik setiap karya.
“Foto-foto tersebut bisa dicetak dalam bentuk buku pre-order. Jadi, publik tidak hanya melihat gambar, tetapi juga memahami cerita di baliknya,” jelasnya.
Baca juga: Livery dan Instalasi Pelangi di Mars Wujud Dukungan Kementerian Ekraf akan Film Nasional
Komunitas AWAN sendiri merupakan wadah pembinaan anak dan remaja yang berfokus pada pengembangan kreativitas, keterampilan, serta pembentukan karakter melalui berbagai kegiatan edukatif.
Rencananya, ajang AWAN CERAH 2026 akan berlangsung pada 20 Juni hingga 26 Juli 2026 di Galeri Emiria Soenassa, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kegiatan ini diperuntukkan bagi anak-anak dan remaja berusia maksimal 16 tahun.
Sejumlah tokoh ternama akan menjadi juri dalam lomba fotografi ini, di antaranya fotografer Davy Linggar, arsitek sekaligus pegiat seni visual Jay Subiakto, serta desainer fesyen Didit Hediprasetyo.
Penggagas komunitas AWAN, Retno Audite, menyampaikan bahwa setiap anak memiliki perspektif unik dalam memandang dunia dan budaya sekitarnya.
“Kami percaya setiap anak memiliki sudut pandang yang berbeda. Ketika mereka memotret seni budaya seperti tarian, warna, dan ritual, mereka tidak hanya mengambil gambar, tetapi juga merawat ingatan kolektif bangsa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Irene Umar turut didampingi Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekraf, Iman Santosa. (***)

