Beritakota.id, Jakarta – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (WamenPKP), Fahri Hamzah, menegaskan program gentengisasi sebagai manifesto untuk meningkatkan standar hidup masyarakat Indonesia menjadi lebih nyaman, asri, sehat, dan bersih. Program ini secara khusus menyoroti pentingnya mengganti atap seng yang masih banyak digunakan di permukiman warga, karena dinilai menimbulkan panas dan mengurangi kenyamanan.
“Ini sebuah manifesto, untuk mengajak seluruh bangsa memiliki standar hidup yang lebih baik. Yaitu nyaman, asri, sehat, dan bersih,” ujar Fahri kepada awak media, Kamis (5/2). Ia menekankan bahwa fokus pada atap rumah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas diri, rumah, dan lingkungan tempat tinggal. Penggunaan genteng dinilai lebih unggul dalam menciptakan hunian yang sejuk dan layak dibandingkan atap seng.
Selain aspek kenyamanan dan kesehatan, program gentengisasi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri lokal, khususnya pada sektor produksi genteng dan bata merah yang mayoritas dijalankan oleh industri masyarakat.
Fahri Hamzah menegaskan bahwa pemerintah tetap membuka peluang bagi industri besar, namun tetap memprioritaskan pengembangan industri rakyat dan usaha kecil menengah. Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, Teguh Aryanto, menyambut baik inisiatif ini, meskipun mengakui adanya tantangan dalam implementasinya.
Ia menambahkan bahwa keunggulan utama atap seng adalah harga murah dan pemasangan mudah, namun kekurangannya dalam hal kenyamanan, kesehatan, dan estetika cukup signifikan.

