Beritakota.id, JakartaPemerintah mempercepat penanganan kondisi jalan di ruas Tol Jakarta–Tangerang menjelang arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait permukaan jalan di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan perbaikan segera.

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum bersama Badan Pengatur Jalan Tol dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, penanganan dilakukan secara intensif sejak 10 Maret 2026 dengan metode Scrapping, Filling, dan Overlay (SFO) serta perbaikan cepat (patching) pada titik prioritas.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa percepatan perbaikan jalan menjadi prioritas utama guna menjamin keselamatan pengguna jalan, terutama saat volume kendaraan meningkat drastis selama periode mudik. “Kami mendorong percepatan penanganan di titik-titik kritis, baik melalui perbaikan permanen maupun sementara, agar pengguna jalan tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

Baca juga: Ini Sebaran 189 SPKLU di Jalur Mudik 2026

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat di lapangan. BPJT dan seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) diminta melakukan monitoring intensif serta pengecekan berlapis di setiap titik perbaikan.

Dalam kondisi siaga mudik, Kementerian PU mengaktifkan penilik jalan di sepanjang ruas tol dengan cakupan pemantauan setiap 10 hingga 30 kilometer. Sistem ini memungkinkan deteksi dini kerusakan, bahkan dalam skala kecil, sehingga dapat segera ditangani sebelum membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, pemerintah bersama Komisi V DPR RI tengah menyempurnakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol, khususnya terkait kualitas perkerasan, agar lebih terukur dan responsif terhadap kebutuhan keselamatan.

Kepala BPJT, Wilan Oktavian, menyatakan bahwa pihaknya melakukan pengawasan ketat terhadap progres pekerjaan, terutama pada periode krusial menjelang arus mudik.

“Pengawasan intensif dilakukan sejak H-10 agar seluruh pekerjaan memenuhi standar keselamatan dan pelayanan,” ujarnya.

Sebagai jalur strategis penghubung DKI Jakarta menuju Banten dan Sumatera, ruas tol ini memiliki peran vital dalam pergerakan kendaraan saat mudik.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa hingga 16 Maret 2026, perbaikan telah dilakukan di puluhan titik di sepanjang ruas tol tersebut.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Bus di Tol Pejagan–Pemalang, Tabrak Pikap hingga Terguling

Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, pekerjaan konstruksi skala besar dihentikan sementara selama periode mudik. Namun, perbaikan cepat tetap dilakukan di titik-titik yang membutuhkan penanganan segera.

Selain perbaikan jalan, Jasa Marga juga melakukan pemeliharaan rutin seperti pengecatan marka, perbaikan guardrail, serta peningkatan fasilitas keselamatan lainnya.

Pemerintah mengakui bahwa tingginya volume kendaraan dan faktor cuaca dapat memengaruhi kondisi jalan. Karena itu, penanganan dilakukan secara berkelanjutan dengan fokus pada titik rawan yang berpotensi membahayakan pengguna.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas selama perjalanan mudik.

Melalui sinergi antara pemerintah dan operator jalan tol, diharapkan perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *