Beritakota.id, Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Jumat, 20 Maret 2026. Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia, harga emas turun sebesar Rp50.000 per gram, melanjutkan tren pelemahan yang sudah terjadi sejak hari sebelumnya.

Kini, harga emas Antam untuk pecahan 1 gram dibanderol Rp2.893.000, turun dari posisi Kamis (19 Maret 2026) yang mencapai Rp2.943.000 per gram.

Penurunan ini menjadi sorotan pelaku pasar dan investor ritel, terutama menjelang momentum Lebaran yang biasanya diiringi peningkatan permintaan emas sebagai instrumen lindung nilai.

Daftar Lengkap Harga Emas Antam 20 Maret 2026

Berikut rincian harga emas Antam berdasarkan pecahan:

1 gram: Rp2.893.000

2 gram: Rp5.726.000

3 gram: Rp8.564.000

5 gram: Rp14.240.000

10 gram: Rp28.425.000

25 gram: Rp70.937.000

50 gram: Rp141.795.000

100 gram: Rp283.512.000

250 gram: Rp708.515.000

500 gram: Rp1.416.820.000

1.000 gram: Rp2.883.600.000

Baca juga: Harga Emas Antam Turun Lagi ke Rp2,99 Juta per Gram, Setelah Sempat Ambles Tajam Pekan Lalu

Perlu dicatat, harga tersebut merupakan harga dasar dan belum termasuk pajak sesuai dengan ketentuan transaksi yang berlaku.

Tren Melemah, Peluang atau Risiko?

Penurunan harga emas dalam dua hari terakhir memunculkan dua pandangan di kalangan investor. Di satu sisi, kondisi ini dianggap sebagai peluang untuk membeli di harga rendah (buy on weakness). Namun di sisi lain, tren penurunan juga bisa menjadi sinyal untuk menunggu stabilisasi harga sebelum masuk ke pasar.

Faktor global seperti penguatan dolar AS, kebijakan suku bunga, hingga dinamika geopolitik turut memengaruhi pergerakan harga emas dunia yang berdampak langsung pada harga domestik.

Strategi Investor di Tengah Fluktuasi

Bagi investor jangka panjang, penurunan harga seperti saat ini justru sering dimanfaatkan untuk akumulasi aset. Emas tetap dikenal sebagai instrumen safe haven yang relatif stabil dalam jangka panjang.

Namun, bagi trader jangka pendek, volatilitas ini perlu dicermati dengan strategi yang matang agar tidak terjebak dalam tren penurunan yang lebih dalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *