Beritakota.id, Jakarta – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) didorong untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai solusi konkret dalam menghadapi krisis iklim global. Pesan ini mengemuka dalam kegiatan Y4SDGs Roadshow yang digelar 2030 Youth Force Indonesia bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMJ di Auditorium FIP UMJ, Senin (6/4).
Mengangkat tema “Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Inovasi Penanganan Krisis Iklim”, kegiatan ini menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadirkan solusi berkelanjutan berbasis nilai keislaman.
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UMJ, Dr. Ernyasih, SKM, MKM, menegaskan bahwa ajaran Islam sejatinya telah mengandung prinsip-prinsip keberlanjutan yang relevan dengan tantangan krisis iklim saat ini.
Menurutnya, konsep khalifah fil ardh menempatkan manusia sebagai penjaga bumi yang bertanggung jawab dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
“Menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah. Krisis iklim bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual,” ujar Dr. Ernyasih.
Ia menjelaskan, nilai-nilai Islam seperti mizan (keseimbangan), larangan israf (berlebih-lebihan), serta semangat tanggung jawab sosial harus menjadi dasar dalam pengembangan inovasi ramah lingkungan.
“Krisis iklim adalah isu moral yang membutuhkan solusi kolektif dari semua pihak, termasuk generasi muda,” tegasnya.
Baca juga: 3 Kampus Teliti Dampak Kental Manis pada Kesehatan Balita
Selain itu, Dr. Ernyasih juga menyoroti dampak krisis iklim terhadap kesehatan masyarakat, seperti meningkatnya penyakit berbasis lingkungan hingga ancaman terhadap kualitas hidup manusia.
Sementara itu, sustainability advocate Imam Pesuwaryantoro menekankan pentingnya pergeseran dari sekadar kesadaran menuju aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan inovasi hijau yang berkelanjutan melalui pendekatan kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kesadaran saja tidak cukup. Dibutuhkan aksi nyata dan inovasi yang mampu memberikan dampak langsung bagi lingkungan,” ungkapnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa dari berbagai fakultas. Antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap isu krisis iklim sekaligus komitmen untuk menjadi bagian dari solusi.
Melalui kegiatan ini, 2030 Youth Force Indonesia bersama BEM UMJ berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif berbasis nilai-nilai Islam untuk masa depan yang berkelanjutan. (***)

