Beritakota.id, Jakarta – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) memperkuat langkah diplomasi keinsinyuran internasional melalui audiensi bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis keinsinyuran global sepanjang 2026, mulai dari partisipasi Indonesia dalam Midterm Meeting ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO) di Yangon, agenda International Engineering Alliance di Afrika Selatan, hingga persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations ke-44 di Bandung pada Oktober 2026.
Deputi Ketua Umum PII Bidang Kerja Sama Keinsinyuran Internasional, Andre Mulpyana, mengatakan audiensi dilakukan untuk memastikan dukungan pemerintah terhadap agenda diplomasi profesi insinyur Indonesia di tingkat internasional.
“Pertemuan dengan Kemenlu ini salah satunya untuk meminta informasi mengenai kondisi keamanan Myanmar terkait undangan AFEO kepada PII menghadiri Midterm AFEO di Yangon pada 28–30 Mei 2026,” ujar Andre Mulpyana.
Menurutnya, PII perlu memastikan situasi keamanan di Myanmar mengingat adanya sejumlah informasi terkait travel warning akibat kondisi politik di negara tersebut.
Kemenlu Pastikan Yangon Aman
Dalam audiensi tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI, Denny Abdi, langsung menghubungi Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar RI di Yangon, Novan Ivanhoe Saleh, melalui sambungan video call.
Dari komunikasi tersebut diperoleh informasi bahwa kondisi keamanan di Yangon dinilai aman untuk kunjungan delegasi internasional.
“Laporan dari KBRI menyebutkan kondisi di Yangon relatif aman untuk dikunjungi. Hanya saja, pemberitaan media asing sering kali tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi di kota tersebut,” kata Andre.
Baca juga: PII Desak Evaluasi Total dan Penerapan Teknologi ATP Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Selain Andre Mulpyana, audiensi juga dihadiri Sekretaris Jenderal PII Teguh Haryono, Direktur Eksekutif PII Santhi H. Serad, serta sejumlah pengurus dan perwakilan Forum Insinyur Muda PII.
CAFEO 2026 Jadi Ajang Showcase Industri Nasional
Dalam pertemuan tersebut, PII juga menyampaikan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah CAFEO ke-44 pada 20–22 Oktober 2026 di Bandung.
Ketua Umum PII sekaligus Ketua AFEO, Ilham Akbar Habibie, mengatakan CAFEO 2026 akan menjadi forum penting bagi penguatan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarinsinyur ASEAN.
“CAFEO di Bandung nanti juga akan menampilkan berbagai showcase industri teknik nasional kepada para tokoh insinyur dari negara-negara anggota ASEAN,” ujar Ilham Habibie.
Sekjen Kemenlu Denny Abdi menyambut positif penyelenggaraan CAFEO 2026 di Bandung dan menyatakan dukungan terhadap agenda internasional tersebut.
Kemenlu juga mengingatkan pentingnya pengaturan visa delegasi asing, terutama terkait penggunaan visa turis untuk aktivitas perdagangan yang dinilai melanggar aturan keimigrasian.
Menanggapi hal itu, Teguh Haryono menegaskan forum CAFEO lebih berorientasi pada pertukaran pengetahuan, inovasi, dan penguatan jejaring profesi insinyur ASEAN, bukan kegiatan perdagangan. (***)

