Beritakota.id, Jakarta – Di balik suara mesin inkubator dan monitor detak jantung di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), tersimpan perjuangan besar bayi prematur dan bayi risiko tinggi untuk bertahan hidup. Namun di RSIA Bunda, NICU tidak hanya dimaknai sebagai ruang penyelamatan medis, tetapi juga sebagai awal membangun kualitas hidup jangka panjang bersama keluarga.
Memperingati International Nurses Day yang diperingati setiap 12 Mei, RSIA Bunda menegaskan pentingnya peran perawat NICU dalam mendampingi proses perawatan bayi melalui pendekatan Family Integrated Care (FICare). Pendekatan ini menempatkan orang tua sebagai bagian aktif dalam proses penyembuhan dan tumbuh kembang bayi sejak hari pertama kehidupan.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi RSIA Bunda, R. Adhi Teguh Perma Iskandar, mengatakan konsep layanan NICU di RSIA Bunda tidak hanya berfokus pada keselamatan bayi, tetapi juga pada kualitas hidup setelah masa perawatan.
“Bagi kami, NICU bukan hanya tentang menyelamatkan kehidupan, tetapi juga mempersiapkan kehidupan setelahnya,” ujar dr. Adhi dalam keterangan daring, Sabtu (9/5/2026).
Dengan pengalaman lebih dari 53 tahun di bidang kesehatan ibu dan anak, RSIA Bunda terus mengembangkan sistem NICU komprehensif. Fondasi layanan ini sebelumnya dibangun oleh almarhum Risma Kerina Kaban yang membentuk tim NICU dengan pendekatan pelayanan neonatal terpadu.
Dalam tiga tahun terakhir, penguatan layanan dilakukan melalui implementasi Family Integrated Care (FICare). Pendekatan tersebut menghadirkan perubahan pola perawatan dengan melibatkan orang tua secara langsung melalui edukasi intensif, pendampingan emosional, hingga praktik merawat bayi.
Salah satu implementasi utama FICare adalah Kangaroo Mother Care (KMC), yakni metode perawatan kulit ke kulit yang melibatkan ibu, ayah, hingga keluarga besar. Selain membantu menjaga kestabilan fisiologis bayi prematur, metode ini juga dinilai efektif meningkatkan produksi Air Susu Ibu (ASI).
Berkat sistem terintegrasi tersebut, hampir seluruh bayi prematur di NICU RSIA Bunda berhasil memperoleh ASI langsung dari ibu kandung atau mother’s own milk (MOM).
Menurut dr. Adhi, ASI dari ibu kandung memiliki kandungan alami yang menyesuaikan kebutuhan bayi prematur, baik dari sisi nutrisi maupun perlindungan imunologis.
“ASI bukan hanya nutrisi, tetapi juga bagian penting dari perlindungan imunitas dan tumbuh kembang bayi prematur,” jelasnya.
Baca juga: NICU RSIA Bunda Jakarta Jadi Pusat Rujukan Perawatan Bayi Prematur dan BBLR
Selain fokus pada nutrisi dan keterlibatan keluarga, NICU RSIA Bunda juga menerapkan pengendalian infeksi secara ketat. Edukasi terhadap keluarga dilakukan secara detail dan berkelanjutan untuk menjaga keamanan bayi yang rentan terhadap infeksi.
RSIA Bunda menyebut angka infeksi di ruang NICU berhasil ditekan hingga sangat rendah. Bahkan dalam 10 hingga 15 tahun terakhir, unit tersebut disebut tidak menangani kasus sepsis pada bayi.
Penguatan layanan neonatal juga dilanjutkan melalui pengembangan Neuro Development Center yang akan menjadi pusat layanan tumbuh kembang bayi dan anak secara multidisiplin. Layanan tersebut dipimpin oleh Achmad Rafli bersama tim spesialis lainnya.
Sementara itu, penerapan FICare di RSIA Bunda diinisiasi oleh I. G. A. N. Partiwi atau yang dikenal sebagai dr. Tiwi. Menurutnya, keberhasilan pendekatan ini sangat bergantung pada keterlibatan dan dedikasi para perawat NICU.
Dalam konsep FICare, perawat tidak hanya menjalankan fungsi klinis, tetapi juga menjadi pendamping emosional, edukator, serta pembimbing keluarga dalam merawat bayi secara langsung.
Melalui komunikasi yang empatik dan pendampingan berkelanjutan, orang tua dibantu membangun kepercayaan diri menghadapi tantangan perawatan bayi prematur, baik secara mental, emosional, maupun finansial setelah keluar dari NICU.
Didukung tim perawat berpengalaman, NICU RSIA Bunda juga mampu menangani bayi dengan berat lahir sangat rendah, bahkan di bawah 1.000 gram hingga 700 gram.
Melalui tiga pilar utama FICare, yakni Clinical Excellence, Parent Integration, dan Developmental Focus, RSIA Bunda menegaskan bahwa awal kehidupan yang kuat tidak dibangun sendiri, melainkan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan dan keluarga.
Bagi RSIA Bunda, NICU bukan sekadar tempat bayi bertahan hidup, tetapi ruang awal keluarga mempersiapkan masa depan anak sejak hari pertama kehidupan. (***)

